BERITASIBER.COM | LAMONGAN – Upaya membangun tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel di lingkungan pelajar dan mahasiswa kembali ditegaskan melalui kegiatan bertajuk Sosialisasi dan Simulasi Deteksi Dini Kecurangan (Fraud) dalam Pengelolaan Kas pada Koperasi Sekolah dan Unit Kegiatan Mahasiswa yang digelar pada 12 Maret 2025.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan ini diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) SE Lamongan sebagai respons atas meningkatnya kompleksitas pengelolaan keuangan organisasi di tingkat sekolah dan perguruan tinggi, yang kerap kali belum diimbangi dengan sistem pengendalian internal yang memadai.

Acara yang berlangsung dengan penuh antusiasme ini diikuti oleh perwakilan koperasi sekolah dari empat SMA percontohan di Lamongan serta pengurus dari berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Kehadiran peserta dari latar belakang organisasi yang beragam memperlihatkan tingginya kesadaran akan pentingnya pengelolaan kas yang bersih, jujur, dan bertanggung jawab. Tidak sekadar sosialisasi teoritis, kegiatan ini dirancang interaktif dengan simulasi kasus nyata yang sering terjadi dalam pengelolaan keuangan organisasi berbasis anggota.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sebagai pemateri utama, Dr. Fitri Nur Jannah, S.E., M.Ak., menyampaikan materi secara komprehensif dan aplikatif. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa kecurangan keuangan bukan hanya persoalan niat jahat, tetapi sering kali berawal dari lemahnya sistem, kurangnya pemahaman, serta budaya organisasi yang abai terhadap prinsip akuntabilitas.

Menurutnya, koperasi sekolah dan UKM merupakan “laboratorium awal” pembentukan karakter integritas generasi muda, sehingga pengelolaan kas di dalamnya harus menjadi contoh praktik keuangan yang sehat.

Dr. Fitri menjelaskan bahwa pengelolaan kas pada organisasi intra-kampus dan sekolah sering dilakukan secara sederhana oleh siswa dan mahasiswa yang relatif belum memiliki pengalaman matang di bidang keuangan.

Kondisi ini menjadikan organisasi rentan terhadap kesalahan pencatatan, kelalaian administrasi, hingga potensi fraud, baik yang disengaja maupun tidak. Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman tentang jenis-jenis kecurangan kas, seperti penggelapan, manipulasi laporan, penggunaan dana tanpa bukti sah, hingga lemahnya pemisahan tugas.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2