Seluruh orang yang diamankan beserta barang bukti kemudian dibawa ke Kantor BNNK Jakarta Utara. Pemeriksaan lebih lanjut dilakukan untuk mengungkap peran masing-masing pihak serta kemungkinan adanya anggota jaringan lain yang masih beroperasi.

Dari penggeledahan, petugas menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas jaringan tersebut. Barang bukti yang diamankan antara lain dua kendaraan, yakni BMW X1 berwarna putih dan Mitsubishi Xpander berwarna hitam.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Petugas juga menemukan sejumlah peralatan yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas jaringan, termasuk timbangan digital, perangkat kamera pengawas atau CCTV, alat komunikasi handy talky (HT), serta telepon seluler iPhone.

Selain barang-barang tersebut, aparat menemukan perlengkapan yang berkaitan dengan senjata api. Barang yang diamankan meliputi satu pucuk senjata api, satu laras panjang, 54 butir peluru tajam kaliber 9 milimeter, 71 butir peluru karet, serta sebuah holster.

Temuan tersebut menjadi bagian dari pendalaman penyidik untuk mengetahui asal-usul dan kepemilikan masing-masing barang serta kaitannya dengan perkara narkotika yang tengah ditangani.

Penangkapan Muhammad Ridwan menjadi bagian dari upaya aparat untuk mengejar pelaku yang sebelumnya berhasil melarikan diri dalam operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari. Aparat juga masih perlu mendalami struktur jaringan, alur distribusi narkotika, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain berdasarkan hasil pemeriksaan dan barang bukti yang telah diamankan.

Kampung Bahari selama ini menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian aparat terkait persoalan peredaran narkotika. Karena itu, operasi gabungan kembali dilakukan untuk menekan aktivitas jaringan narkoba sekaligus menjaga keamanan masyarakat.

BNN RI bersama Polda Metro Jaya menegaskan komitmen untuk melanjutkan pemberantasan peredaran gelap narkotika. Penindakan tidak hanya diarahkan kepada pengguna atau pengedar di lapangan, tetapi juga untuk mengungkap jaringan dan pihak yang berperan dalam mengendalikan distribusi narkotika.

Dengan tertangkapnya salah satu buronan dalam kasus besar tersebut, aparat berharap proses penyidikan dapat membuka informasi baru mengenai jaringan narkotika yang beroperasi di Kampung Bahari. Penanganan perkara selanjutnya akan dilakukan sesuai proses hukum berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap para terduga pelaku dan barang bukti yang telah disita.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2