Tak heran jika banyak mahasiswa muslim memilih Bento Kopi sebagai tempat nongkrong tanpa meninggalkan kewajiban ibadah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Yulia Rizana (22), mahasiswi UIN Malang, mengaku rutin mengunjungi Bento Kopi Dinoyo hingga tiga kali seminggu. Selain karena menu dan suasana, lokasi yang dekat dengan asramanya jadi alasan utama.

“Lokasinya dekat dengan asrama UIN Malang, jadi kalau mau nongkrong sampai malam, pulangnya nggak ribet pesen-pesen ojol. 15 menit jalan kaki udah sampai,” ujarnya saat ditemui, Minggu (24/8/2025).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Nama “Bento Kopi” bukan sekadar strategi marketing. “Bento” berarti bekal makanan, dan “kopi” identik dengan tempat nongkrong. Kombinasi keduanya menghasilkan branding yang kuat dan mudah diingat.

Dengan pendekatan sederhana namun tepat sasaran, Bento Kopi berhasil menjawab kebutuhan utama mahasiswa: tempat nyaman, makanan terjangkau, dan suasana yang mendukung produktivitas maupun relaksasi.

Bento Kopi bukan hanya sekadar tempat ngopi. Ia adalah simbol gaya hidup mahasiswa Malang: sederhana, efisien, dan tetap menyenangkan. Kafe ini membuktikan bahwa inovasi dalam konsep dan pemahaman terhadap kebutuhan konsumen bisa menjadi kunci sukses di industri kuliner.(*)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2