Ia juga menambahkan bahwa upaya penanganan dan pencegahan penyakit PMK terus dilakukan, termasuk pemeriksaan rutin di pasar hewan, memberikan pendidikan kepada para peternak, serta menyediakan bantuan obat. Selain itu, petugas juga melakukan penyemprotan disinfektan di area pasar untuk menjaga kebersihan dan mencegah penyebaran lebih lanjut.
Shofiah menegaskan pentingnya kerja sama antara pedagang, peternak, dan petugas kesehatan hewan dalam penanganan penyakit ini.
“Peternak dan pedagang harus lebih waspada dengan memeriksa keadaan hewan ternak mereka. Jika menemukan gejala atau tanda-tanda penyakit PMK, segeralah melaporkan kepada petugas kesehatan hewan melalui Puskeswan atau langsung menghubungi dinas peternakan,” jelasnya.
Dengan langkah-langkah ini, Shofiah berharap bisa mengobati dan memantau perkembangan kesehatan sapi yang terjangkit, serta melakukan penanganan yang cepat dan tepat agar hewan-hewan tersebut dapat disembuhkan.
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com





