Sementara itu, Rektor Unisla Abdul Ghofur menyampaikan bahwa perubahan pejabat struktural kali ini merupakan hal wajar dalam dinamika perguruan tinggi. Menurutnya, sebagian dosen yang sebelumnya menjabat harus mengundurkan diri karena melanjutkan studi doktoral (S3) di berbagai perguruan tinggi melalui beasiswa.
“Ini hal yang biasa, ada yang mengundurkan diri, ada juga beberapa dosen yang diterima di perguruan tinggi lain untuk melanjutkan S3 dengan beasiswa. Karena itu hukumnya wajib meninggalkan jabatan agar digantikan dosen lain. Jadi ini bagian dari penyegaran organisasi,” jelasnya.
Ia berharap, dengan adanya regenerasi di jajaran struktural yang kini didominasi wajah-wajah lebih muda, Unisla mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menjalankan amanat dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
“Harapan saya, baik secara pribadi maupun kelembagaan, pejabat-pejabat baru ini bisa membawa UNISLA lebih maju lagi, dengan formasi baru ini, saya optimis kita bisa mewujudkan itu,” ujarnya.
Seperti yang diketahui Sugeng Dwi Hartantyo kini menjabat sebagai Wakil Rektor I Unisla dan Ayu Dian Ningtias menjabat sebagai Ketua Senat Unisla periode 2025-2028.
Diharapkan pelantikan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat visi universitas dalam menghadirkan pendidikan berkualitas, religius, dan berorientasi pada kemajuan zaman.(Bs)





