BERITASIBER.COM | JAKARTA — Pemerintah dan tenaga medis terus mengingatkan pentingnya vaksinasi dasar lengkap bagi anak-anak, termasuk vaksin MMR. Vaksin ini berfungsi melindungi dari tiga penyakit menular berbahaya: campak (measles), gondongan (mumps), dan rubella. Ketiganya dapat menyebabkan komplikasi serius apabila tidak dicegah sejak dini.

Campak, misalnya, bisa memicu pneumonia dan radang otak. Gondongan dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar ludah hingga gangguan pendengaran, sementara rubella berisiko menimbulkan cacat bawaan berat bila menyerang ibu hamil.

“Vaksinasi MMR bukan hanya melindungi anak secara individu, tapi juga membantu terbentuknya kekebalan kelompok atau herd immunity,” ujar salah satu dokter anak di Jakarta. Dengan meningkatnya jumlah anak yang divaksinasi, penyebaran penyakit di masyarakat dapat ditekan secara signifikan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dosis pertama vaksin MMR dianjurkan diberikan saat anak berusia 12 hingga 15 bulan. Pada usia ini, sistem imun anak dinilai sudah mampu memberikan respons optimal terhadap vaksin.

Sementara itu, dosis kedua diberikan ketika anak berusia 4 hingga 6 tahun, umumnya sebelum memasuki usia sekolah dasar. Apabila dibutuhkan, dosis kedua bisa diberikan lebih cepat dengan jarak minimal 28 hari dari dosis pertama.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2