Menurut dia, jumlah beras yang disiapkan setiap kali pembagian disesuaikan dengan jumlah rumah warga. Hal itu dilakukan agar tidak ada rumah yang terlewat dan seluruh masyarakat dapat memperoleh bagian.
“Jumlahnya mengacu pada jumlah rumah warga. Desa Sukorejo terdiri dari Dusun Jalak dan Dusun Kepatihan, dengan jumlah sekitar 430 rumah,” jelasnya.
Bagi Suminto, pembagian hasil panen bukan semata-mata dinilai dari banyak atau sedikitnya beras yang diterima masyarakat. Kebiasaan tersebut merupakan salah satu bentuk rasa syukur atas rezeki yang diperoleh dari hasil pertanian sekaligus sarana berbagi dengan warga.
Apalagi, hasil panen padi pada tahun ini disebut cukup baik dan didukung harga gabah yang juga dinilai menguntungkan petani. Kondisi tersebut menjadi alasan tersendiri untuk kembali melanjutkan kebiasaan berbagi yang selama ini telah berjalan.
Suminto berharap hasil pertanian masyarakat di desanya terus membaik. Dengan produktivitas pertanian yang terjaga dan harga hasil panen yang menguntungkan, kesejahteraan petani diharapkan ikut meningkat.
Tradisi membagikan hasil panen tersebut juga menjadi bentuk kedekatan antara pemerintah desa dan masyarakat. Tanpa seremoni khusus, ratusan paket beras diantar langsung menuju rumah warga sehingga masyarakat tidak perlu datang dan mengantre di satu lokasi.
Beras lima kilogram yang diterima mungkin memiliki nilai berbeda bagi setiap keluarga. Namun, bagi warga, pembagian yang dilakukan secara rutin tersebut menjadi bentuk perhatian yang dapat dirasakan secara langsung.
Kebiasaan serupa juga berlanjut ketika musim panen berganti. Saat hasil tambak atau ikan dipanen, masyarakat kembali mendapatkan bagian. Dengan demikian, hasil yang dibagikan tidak hanya berasal dari sawah, tetapi juga dari sektor perikanan.
Bagi Suminto, kebiasaan tersebut akan terus dipertahankan sebagai bagian dari komitmen yang telah dibangun bersama istrinya sejak awal memimpin Desa Sukorejo. Ia ingin sebagian rezeki dari hasil panen dapat turut dirasakan oleh masyarakat.
Dari sekitar 430 rumah di Dusun Jalak dan Dusun Kepatihan, tradisi berbagi itu terus berlangsung dari satu musim panen ke musim berikutnya. Bagi masyarakat Desa Sukorejo, datangnya musim panen pun tidak hanya menjadi momentum menikmati hasil pertanian, tetapi juga menghadirkan semangat berbagi dan kebersamaan di lingkungan desa.





