LAMONGAN, BeritaSiber.com – Ada kebiasaan yang terus dipertahankan Kepala Desa Sukorejo, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Suminto, setiap musim panen tiba. Sebagian hasil panen padi yang diperolehnya tidak seluruhnya disimpan atau dijual, melainkan disisihkan untuk dibagikan kepada warga. Tak tanggung-tanggung, sekitar 430 rumah di desa tersebut mendapatkan beras secara merata.

Setiap rumah memperoleh satu paket beras seberat 5 kilogram. Pembagian dilakukan setelah musim panen padi selesai dan diberikan tanpa membedakan kondisi ekonomi warga. Seluruh rumah yang tersebar di dua dusun di Desa Sukorejo, yakni Dusun Jalak dan Dusun Kepatihan, mendapat bagian.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dengan jumlah sekitar 430 rumah, beras yang dibagikan dalam sekali kegiatan mencapai kurang lebih 2.150 kilogram atau sekitar 2,15 ton. Ratusan paket tersebut didistribusikan langsung dari rumah ke rumah menggunakan kendaraan bak terbuka.

Suminto tidak selalu turun langsung saat proses pendistribusian. Ia menugaskan dua orang untuk membawa sekaligus mengantarkan paket beras kepada masyarakat. Meski demikian, warga sudah mengetahui bahwa beras tersebut berasal dari sebagian hasil panen yang sengaja disisihkan oleh kepala desa.

Bagi masyarakat setempat, pembagian beras selepas musim panen bukan lagi hal baru. Kebiasaan tersebut telah dilakukan secara rutin sejak Suminto dipercaya memimpin Desa Sukorejo.

Salah seorang warga Desa Sukorejo, Kusbianto, mengatakan pembagian hasil panen itu dirasakan secara merata oleh masyarakat. Tidak hanya keluarga tertentu, setiap rumah mendapatkan bagian yang sama.

“Tiap tahun semua rumah dapat beras dan ikan dari Pak Kades,” ujar Kusbianto.

Menariknya, kebiasaan berbagi Suminto tidak terbatas pada hasil pertanian berupa padi. Ketika memasuki musim panen ikan, sebagian hasilnya juga dibagikan kepada masyarakat Desa Sukorejo.

Seperti halnya beras, ikan tersebut dikirimkan kepada warga melalui orang yang ditugaskan Suminto. Pola pembagian secara langsung ke rumah-rumah dipilih agar hasil panen dapat diterima masyarakat secara merata.

Dikonfirmasi mengenai kebiasaan tersebut, Suminto membenarkan bahwa dirinya bersama sang istri memang telah memiliki niat untuk menyisihkan sebagian hasil panen bagi masyarakat sejak awal dirinya menjabat sebagai kepala desa.

“Sudah kami niatkan dari awal menjabat. Alhamdulillah, hasil panen petani di desa ini tahun ini cukup baik, harga gabah juga bagus. Sebagian kami sisihkan untuk dibagikan kepada warga,” kata Suminto.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2