“Harapannya, anak-anak muda dari Kotawaringin Barat, Sukamara, Lamandau, dan wilayah sekitarnya tidak perlu lagi merantau jauh ke Pulau Jawa untuk menempuh pendidikan kedokteran. Mereka bisa belajar di daerah sendiri dan kelak mengabdi untuk masyarakat Kalimantan,” jelasnya.

Rencana pembukaan kampus kedokteran ini ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2026, setelah seluruh persyaratan akademik, infrastruktur, serta perizinan terpenuhi. Dalam waktu dekat, tim UMPR dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Bupati Kotawaringin Barat guna membahas dukungan pemerintah daerah terhadap realisasi proyek tersebut.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Inisiatif UMPR ini sejalan dengan visi pembangunan nasional serta program daerah, termasuk gerakan “Satu Rumah Satu Sarjana” yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Kehadiran kampus kedokteran diharapkan menjadi katalisator peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat sistem layanan kesehatan regional.

“Pendidikan adalah fondasi utama pembangunan manusia. Kami optimistis kampus ini akan menjadi pusat lahirnya dokter dan tenaga kesehatan unggul yang siap mengabdi untuk bangsa, khususnya di Kalimantan Tengah,” pungkas Yusuf.

Dengan rencana ini, Pangkalan Bun tidak hanya dikenal sebagai kawasan strategis ekonomi dan pariwisata, tetapi juga diproyeksikan menjadi pusat pendidikan kesehatan yang melahirkan generasi profesional berintegritas dan berdaya saing nasional.(Iluv).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2