“Untuk operasional JLU, kami masih menunggu hasil analisis keselamatan jalan. Evaluasi ini penting untuk memastikan jalan tersebut aman dan sesuai standar nasional,” tambahnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sebelumnya, Ketua DPRD Lamongan, M Freddy Wahyudi, sempat mengkritik lambatnya pengoperasian JLU dan mempertanyakan mengapa pada tahap perencanaan awal tidak langsung disertai infrastruktur penunjang seperti traffic light.

“Dalam rapat, kami mempertanyakan kenapa kok dari awal tidak sekaligus dirancang pemasangan traffic light. Jawabannya karena anggarannya tidak mencukupi,” ungkap Freddy beberapa waktu lalu.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ia pun mendesak BBPJN untuk segera merealisasikan fasilitas penunjang tersebut agar Jalan Lingkar Utara tidak terus mengalami disfungsi meski pembangunannya telah selesai.

Sebagai informasi, Jalan Lingkar Utara (JLU) dibangun untuk menjadi jalur alternatif yang mengurai kemacetan di dalam kota Lamongan. Jalan ini menghubungkan wilayah timur dan barat Kabupaten Lamongan dan diharapkan menjadi solusi lalu lintas jangka panjang, terutama bagi kendaraan berat yang sebelumnya melintas di pusat kota.

Dengan progres infrastruktur yang terus berjalan dan pemasangan traffic light yang sudah dimulai, masyarakat Lamongan kini menanti pengoperasian penuh JLU agar manfaatnya dapat segera dirasakan.(Bs)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2