BERITASIBER.COM | YOGYAKARTA – Seorang akademisi Pariwisata, DR. (CAN) Ariyanto, SE.MM., memberikan pemikiran sejumlah langkah-langkah nyata yang bisa diambil untuk mengurangi pengangguran di sektor pariwisata Kota Yogyakarta.
Pemikiran tersebut merespon dari data terbaru yang ada di Badan Pusat Statistik (BPS) data Februari 2024, di mana Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Yogyakarta sebesar 3.69 persen.
Jika Jumlah pengangguran dihitung berdasarkan TPT dikalikan dengan jumlah angkatan kerja mencapai 277.684 jiwa, maka, perkiraan jumlah pengangguran di Kota Yogyakarta pada Februari 2024 adalah sekitar 10.273 jiwa.
Langkah pertama menurut Ariyanto adalah dengan peningkatan kualitas SDM. Dimana pada tahap ini pemerintah dan berbagai pihak terkait berfokus pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor pariwisata.
Hal ini bisa dilakukan melalui pelatihan dan pendidikan vokasi yang terrfokus pada keterampilan hospitality, bahasa asing, dan pengetahuan tentang budaya lokal yang harus dimiliki.
“Salah satu contohnya adalah dengan memanfaatkan keberadaan Balai Pelatihan Vokasi (BPV) Pariwisata Yogyakarta yang menyelenggarakan pelatihan di berbagai bidang, seperti perhotelan, kuliner, dan pemandu wisata,” ungkap Ariyanto, Sabtu (25/5/2024).
Yang kedua yakni dengan pengembangan Wisata Alternatif. Selain fokus pada wisata mainstream, Kota Yogyakarta dapat mengembangkan wisata alternatif lainnya, seperti wisata edukasi, wisata budaya, dan Kampung Wisata Kota/Kawista. Hal ini membuka peluang lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal, khususnya di luar kawasan wisata utama.






