PEMATANGSIANTAR – Upaya pencarian seorang bocah berusia 8 tahun berinisial KHS yang dilaporkan hanyut di Sungai Bah Sosopan, Kota Pematangsiantar, berakhir duka. Setelah tiga hari menyisir aliran sungai, Tim SAR gabungan bersama personel kepolisian, BPBD, Basarnas dan masyarakat akhirnya menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (19/8/2026).
Kapolsek Siantar Martoba Polres Pematangsiantar, IPTU Edy J.J. Manalu, S.H., M.H., mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB di aliran Sungai Bahapal, tepatnya di sekitar Jembatan Sigagak, Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba. Lokasi tersebut berjarak kurang lebih tiga kilometer dari titik awal korban dilaporkan hanyut.
Peristiwa tersebut bermula pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, korban bersama ayahnya, RS, baru selesai mencari daun pisang di sekitar Sungai Bah Sosopan yang berada di samping Terminal Tanjung Pinggir, Kelurahan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba.
Dalam perjalanan tersebut, korban kemudian terseret arus sungai hingga akhirnya hanyut. Warga yang mengetahui kejadian itu selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut melalui layanan kepolisian Call Center 110 Polres Pematangsiantar sekitar pukul 20.00 WIB.
Menerima laporan, personel piket Polsek Siantar Martoba segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal. Polisi kemudian berkoordinasi dengan Tim BPBD Kota Pematangsiantar dan masyarakat setempat untuk melakukan pencarian terhadap korban.
Penyisiran pada malam pertama dilakukan hingga sekitar pukul 23.00 WIB. Namun, kondisi aliran sungai yang deras serta keterbatasan jarak pandang akibat malam hari membuat proses pencarian belum membuahkan hasil. Demi keselamatan personel, pencarian kemudian dihentikan sementara dan direncanakan dilanjutkan pada pagi berikutnya.
Memasuki hari kedua, Selasa (18/8/2026), pencarian kembali dilakukan sejak pukul 08.30 WIB. Tim gabungan memperluas area penyisiran dengan mengikuti aliran sungai. Dalam operasi tersebut, personel Polsek Siantar Martoba bekerja bersama BPBD Kota Pematangsiantar, BPBD Kabupaten Simalungun, serta masyarakat yang turut membantu pencarian.
Meski telah dilakukan penyisiran sepanjang hari hingga malam, keberadaan korban masih belum ditemukan. Tim kemudian kembali melakukan evaluasi dan melanjutkan pencarian pada hari ketiga.
Pada Rabu (19/8/2026), operasi pencarian kembali dilaksanakan sejak pagi. Kekuatan tim diperkuat dengan bergabungnya personel Basarnas Pos Parapat dalam operasi SAR gabungan. Penyisiran dilakukan dengan menelusuri sejumlah titik yang diperkirakan menjadi jalur terbawa arus dari lokasi awal korban hanyut.





