Kerja keras tim gabungan akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 11.00 WIB. Korban ditemukan dalam posisi terlentang dan sudah tidak bernyawa di Sungai Bahapal, kawasan sekitar Jembatan Sigagak. Penemuan tersebut menjadi akhir dari pencarian selama tiga hari yang dilakukan secara intensif.

Proses evakuasi kemudian dilakukan oleh Tim Basarnas Pos Parapat dengan didampingi personel Polsek Siantar Martoba. Evakuasi dipimpin Kanit Reskrim IPDA Leo A. Tambunan, S.H., bersama Kanit Intel IPDA Martua Manik.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Setelah berhasil dievakuasi dari lokasi, jasad korban dibawa ke Ruang Jenazah RSUD dr. Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar untuk menjalani proses penanganan lebih lanjut.

Pihak keluarga kemudian menyatakan telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Ayah korban, Rianto Sitanggang, membuat surat pernyataan yang menyatakan tidak menghendaki dilakukan autopsi terhadap jasad anaknya. Keluarga menerima bahwa korban meninggal dunia akibat terseret dan hanyut di aliran sungai.

Setelah seluruh proses penanganan selesai, jasad korban diserahkan kepada pihak keluarga. Selanjutnya, jenazah dibawa ke rumah duka di Jalan Melati Lingkungan VI, Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, untuk disemayamkan sebelum dimakamkan.

Kapolsek Siantar Martoba menyampaikan bahwa penyerahan jasad dilakukan setelah pihak keluarga membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi.

“Jasad korban sudah diserahkan kepada keluarga karena keluarga sudah membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi,” pungkas IPTU Edy J.J. Manalu.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di sekitar aliran sungai. Kondisi arus yang dapat berubah sewaktu-waktu menjadi salah satu faktor risiko yang perlu diperhatikan, terutama ketika membawa anak ke kawasan yang berada di sekitar sungai.

Sementara itu, keberhasilan tim gabungan menemukan korban setelah tiga hari pencarian menunjukkan pentingnya koordinasi lintas instansi dan partisipasi masyarakat dalam penanganan kondisi darurat. Sinergi antara kepolisian, BPBD, Basarnas dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan proses pencarian dan evakuasi dapat dilakukan secara maksimal.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2