LAMONGAN, BeritaSiber.com – RSUD Ngimbang, Kabupaten Lamongan, terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pada 2025, rumah sakit ini mengembangkan tiga program unggulan, mulai dari layanan jemput pasien penyakit kronis, mendekatkan dokter spesialis anak ke masyarakat, hingga mengoptimalkan pengelolaan sampah agar lebih bernilai ekonomis.
Ketiga inovasi tersebut yakni JELITA MANIS (Jemput Layani Tangani Menuju Sehat Pasien Prolanis), SYANTIK (Spesialis Anak Turun Ke Lapangan), dan BISMMA (Biaya Sampah Berkurang, Masukan Melimpah).
Direktur RSUD Ngimbang, dr Hilda, menyebut inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya merasakan pelayanan kesehatan yang lebih baik, tetapi juga melihat bahwa RSUD Ngimbang terus berkembang melalui inovasi yang bermanfaat, berkelanjutan, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat,” ujar Hilda.
Dukungan manajemen, termasuk pada masa pengembangan awal di bawah kepemimpinan dr Abdullah Wasi’an, menjadi bagian dari proses keberlanjutan program-program tersebut.
JELITA MANIS Bantu Pasien Penyakit Kronis
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah JELITA MANIS. Program ini ditujukan untuk memperkuat kesinambungan pelayanan pasien Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis), khususnya penderita diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi.
Inovasi tersebut menjalani uji coba pada 6 Januari 2025 dan mulai diterapkan pada 10 Maret 2025. Pelaksanaannya melibatkan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) agar pasien memperoleh penanganan sesuai kebutuhan medis.
Melalui program ini, pasien Prolanis yang membutuhkan layanan rumah sakit difasilitasi untuk mendapatkan penanganan. Setelah kondisi pasien dinilai stabil, pengobatan dan pemantauan dapat dilanjutkan melalui mekanisme Program Rujuk Balik (PRB) di FKTP.
Latar belakang program ini salah satunya adalah belum optimalnya capaian rujuk balik. Data dalam proposal inovasi mencatat terdapat 145 pasien dalam capaian rekrutmen PRB RSUD Ngimbang pada 2024. Evaluasi periode 18 Mei hingga 16 Juni 2024 juga menunjukkan capaian PRB belum memenuhi target bulanan.
Melalui JELITA MANIS, rumah sakit berharap akses pelayanan pasien kronis semakin mudah, kepatuhan kontrol meningkat, dan pemantauan kondisi pasien setelah menjalani perawatan di rumah sakit menjadi lebih terkoordinasi.
SYANTIK Dekatkan Dokter Spesialis Anak
RSUD Ngimbang juga menghadirkan SYANTIK untuk memperluas akses pelayanan kesehatan anak. Program ini melibatkan dokter spesialis anak dan puskesmas jejaring agar edukasi serta pemantauan kesehatan anak dapat menjangkau masyarakat secara lebih dekat.
SYANTIK menjalani uji coba pada 6 Januari 2025 dan mulai diterapkan pada 14 Februari 2025. Wilayah sasarannya meliputi lima kecamatan, yakni Ngimbang, Sambeng, Bluluk, Modo, dan Sukorame.





