Inovasi ini dikembangkan antara lain karena kunjungan ke Poli Anak RSUD Ngimbang rata-rata mencapai 175 pasien per bulan. Di sisi lain, masih terdapat keluhan mengenai waktu tunggu pelayanan.
Melalui pendekatan langsung ke lapangan, SYANTIK diarahkan untuk memperkuat edukasi kesehatan anak, pemantauan tumbuh kembang, pengenalan tanda bahaya, serta koordinasi rujukan berdasarkan kebutuhan medis.
Dengan keterlibatan puskesmas jejaring, program ini diharapkan membantu masyarakat memperoleh informasi kesehatan anak lebih dekat sekaligus memperkuat koordinasi antara fasilitas kesehatan tingkat pertama dan rumah sakit.
BISMMA Ubah Sampah Jadi Nilai Ekonomis
Tak hanya mengembangkan layanan kesehatan, RSUD Ngimbang juga berupaya meningkatkan efisiensi pengelolaan lingkungan melalui inovasi BISMMA.
Program yang menjalani uji coba pada Januari 2025 ini mulai diterapkan pada 20 Februari 2025. BISMMA mendorong pemilahan material yang masih memiliki nilai ekonomis agar pengelolaan sampah rumah sakit lebih tertib dan efisien.
Pada tahap awal, pemanfaatan difokuskan pada plabot infus nonproduk darah. Pengembangan pada 20 Juni 2025 kemudian memperluas jenis material yang dikelola, termasuk kardus farmasi, kertas rekam medis, dan kertas arsip.
Pengelolaan dilakukan melalui pemilahan, pencatatan dalam logbook, kerja sama dengan pihak ketiga sesuai ketentuan, serta dokumentasi pengangkutan menggunakan berita acara. Hasil penjualan material tersebut disetorkan ke rekening rumah sakit dan dilaporkan untuk pencatatan penerimaan.
Melalui BISMMA, sampah yang masih memiliki nilai jual diharapkan dapat dikelola secara lebih optimal sehingga membantu efisiensi biaya sekaligus memberikan nilai tambah bagi rumah sakit.
Namun, pemanfaatan material tetap harus memperhatikan ketentuan keselamatan, terutama pemisahan antara sampah yang dapat dimanfaatkan dan limbah yang memerlukan penanganan khusus.
Dorong Pelayanan yang Lebih Dekat dengan Masyarakat
Ketiga inovasi tersebut menyasar aspek berbeda dalam pelayanan RSUD Ngimbang. JELITA MANIS berfokus pada kesinambungan perawatan pasien penyakit kronis, SYANTIK mendekatkan layanan dan edukasi kesehatan anak, sedangkan BISMMA mendorong efisiensi pengelolaan sampah.
Pengembangan program-program ini menjadi bagian dari upaya rumah sakit untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, baik dari sisi medis maupun pengelolaan sumber daya.
RSUD Ngimbang berharap inovasi tersebut dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Lamongan, khususnya warga di wilayah Ngimbang dan kecamatan sekitarnya.





