Salah satu momen yang paling menarik perhatian terjadi saat Syarifah menghadiri bazar PKK. Ia tampil dengan busana biru bermotif bunga merah muda, dilengkapi kalung mutiara, anting putih, serta topi lebar yang menambah kesan elegan sekaligus nyentrik. Gaya tersebut oleh sebagian warganet disebut menyerupai “noni Belanda” dan dianggap terlalu mencolok untuk kegiatan sosial kemasyarakatan.

Di balik sorotan gaya hidupnya, Syarifah diketahui memiliki peran strategis di berbagai bidang. Ia merupakan anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Komisi VI yang membidangi perdagangan, pengawasan persaingan usaha, dan BUMN. Selain itu, pada 2025, Syarifah dilantik sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Timur, sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu dan Bunda PAUD Kaltim untuk masa bakti 2025–2030.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Tak berhenti di situ, pada Maret 2025, ia juga dipercaya menjabat sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kalimantan Timur. Dalam berbagai kegiatan resmi, Syarifah kerap mendampingi sang suami menjalankan tugas pemerintahan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Polemik terkait anggaran mobil dinas dan gaya hidup pejabat ini kembali membuka diskusi publik mengenai pentingnya empati sosial, kesederhanaan, serta kepekaan terhadap kondisi masyarakat.

Di tengah tuntutan transparansi dan akuntabilitas, publik berharap para pemimpin daerah mampu menampilkan teladan dalam penggunaan anggaran serta perilaku yang mencerminkan kepentingan rakyat secara luas.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2