BERITASIBER.COM | KALTIM – Kontroversi kembali mencuat di Kalimantan Timur (Kaltim) setelah muncul kabar penggunaan anggaran sebesar Rp 8,5 miliar untuk pengadaan mobil dinas Gubernur.

Kebijakan tersebut menuai perhatian luas di tengah upaya efisiensi anggaran yang tengah digencarkan pemerintah di berbagai daerah. Pernyataan Gubernur Kalimantan Timur, Rusdi Mas’ud, terkait hal tersebut pun memantik beragam tanggapan dari masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam sebuah wawancara yang beredar di media sosial, Rusdi menegaskan bahwa pengadaan kendaraan dinas tersebut telah sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri. Menurutnya, fasilitas tersebut dibutuhkan guna menjaga wibawa dan martabat kepala daerah, sekaligus mencerminkan marwah masyarakat Kalimantan Timur.

“Tidak mungkin kepala daerah menggunakan kendaraan ala kadarnya. Kita harus menjaga marwah Kaltim dan martabat masyarakatnya,” ujar Rusdi dalam cuplikan video yang dikutip dari TikTok, Sabtu (28/2/2026).

Meski demikian, pernyataan tersebut justru memicu polemik di ruang publik. Sejumlah kalangan menilai pengeluaran anggaran bernilai fantastis tersebut kurang sensitif terhadap kondisi ekonomi masyarakat, terlebih saat pemerintah pusat dan daerah sedang mendorong efisiensi belanja dan pengendalian defisit anggaran. Kritik pun bermunculan, baik dari pengamat kebijakan publik, aktivis, hingga warganet di media sosial.

Tidak hanya soal anggaran mobil dinas, sorotan publik juga tertuju pada gaya hidup istri Gubernur Kaltim, Syarifah Suraidah Abidien Harum. Penampilan Syarifah yang kerap tampil glamor dan mencolok dalam berbagai kegiatan sosial menuai beragam respons. Video dan foto dirinya saat melakukan kunjungan ke daerah-daerah dengan busana warna-warni, aksesori mewah, serta topi berukuran besar viral di media sosial.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2