Gogot menilai media memiliki posisi penting dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Program pendidikan yang telah dirancang pemerintah membutuhkan dukungan informasi agar dapat dipahami oleh satuan pendidikan maupun masyarakat sebagai penerima manfaat.
Selain menyampaikan informasi program, media juga dinilai dapat membantu memperkenalkan berbagai praktik baik yang dilakukan sekolah maupun masyarakat di daerah. Praktik tersebut dapat menjadi referensi dan inspirasi bagi wilayah lain dalam mengembangkan kualitas pendidikan.
Di sisi lain, pemberitaan yang dilakukan secara profesional dan berimbang tetap memiliki fungsi kontrol sosial. Media dapat menyampaikan perkembangan pelaksanaan program di lapangan sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk mengetahui berbagai persoalan pendidikan secara objektif.
“Intinya kami menyambut baik kerja sama yang memajukan pendidikan Indonesia,” kata Gogot.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak juga membicarakan rencana program kerja baru SMSI yang berpotensi dikolaborasikan dengan Kemendikdasmen. Meski bentuk kerja sama masih dalam tahap pembahasan, terdapat kesamaan pandangan mengenai pentingnya sinergi antara pemerintah dan media dalam mendukung pembangunan pendidikan.
Sokip mengatakan SMSI Jatim terbuka untuk mengembangkan program yang memberikan manfaat konkret bagi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi tidak harus sebatas kegiatan seremonial, tetapi dapat diarahkan pada penyebaran informasi pendidikan, peningkatan literasi masyarakat, serta pengenalan inovasi pendidikan.
“Kami berharap komunikasi ini bisa berkembang menjadi program nyata. Prinsipnya, SMSI Jatim siap berkontribusi melalui kekuatan media untuk membantu menyebarluaskan informasi dan edukasi mengenai pendidikan,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Sokip didampingi Sekretaris SMSI Jatim Tarmuji, S.Pd., M.Ikom., Wakil Ketua Bidang Organisasi Yuristiarso, SIP., MH., Wakil Ketua Bidang Riset Makruf, SIP., M.Ikom., Ketua Forum Pimred Makin Rahmad, serta Seksi IT Budiono Setiawan.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi berkelanjutan antara industri media siber dan pemerintah. Kolaborasi diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap informasi pendidikan yang kredibel sekaligus mendorong partisipasi publik dalam pembangunan pendidikan.
Dengan semakin luasnya penggunaan media digital, kerja sama antara pemerintah dan pers dinilai memiliki peluang besar untuk menjangkau masyarakat secara lebih efektif. Bagi SMSI Jatim, keterlibatan dalam isu pendidikan merupakan bagian dari komitmen pers untuk memberikan kontribusi konstruktif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pada akhirnya, sinergi tersebut diharapkan mampu membuat informasi mengenai kebijakan dan program pendidikan lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan yang melibatkan pemerintah, sekolah, guru, orang tua, peserta didik, media dan seluruh elemen masyarakat.





