“Pertemuan ini mengingatkan kembali pada kongres tahun 2020, saat pandemi COVID-19 pertama kali mengharuskan kita menjalani lockdown, yang tentunya menghadirkan banyak tantangan, termasuk dalam hal mobilitas. Kami kemudian terfokus pada upaya bantuan kemanusiaan bagi masyarakat,” ujarnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dia juga menyoroti tantangan yang dihadapi partai, termasuk upaya pengambilalihan secara inkonstitusional. Ia menekankan pentingnya persatuan dalam menghadapi ancaman tersebut demi menjaga demokrasi di Indonesia.

“Tentu, dalam perjalanan politik selanjutnya, kami menyadari banyak fase yang dihadapi tidaklah mudah; kami menjadi oposisi yang berjuang untuk mendapatkan peran yang baik dalam pemerintahan,” tambahnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kendati banyak rintangan, AHY bersyukur bahwa Partai Demokrat kini menjadi bagian penting dalam pemerintahan di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto sebagai Presiden RI dan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden.

“Semoga ini merupakan pendorong semangat bagi kita semua untuk menjadikan Demokrat semakin kuat dan berperan lebih baik bagi masyarakat,” tuturnya.

Diketahui bahwa Partai Demokrat akan mengadakan kongres ke-6 pada 2–25 Februari 2025 di Jakarta, dengan penentuan ketua umum untuk periode 2025–2030 sebagai salah satu agenda utama dalam kongres tersebut.(bs)

>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2