Respons positif pun berdatangan dari keluarga pasien. Banyak di antara mereka mengaku merasakan perbedaan nyata dalam hal kenyamanan selama menjalani pengobatan. Ruang tunggu yang bersih, udara yang segar, serta toilet yang terawat menjadi nilai tambah yang sangat diapresiasi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Baru kali ini saya ke rumah sakit dan merasa betah. Biasanya rumah sakit itu pengap dan bau, tapi di sini beda,” ujar salah satu keluarga pasien asal Kecamatan Bluto.

Tak hanya internal, pihak RSUD juga mengajak masyarakat turut berpartisipasi menjaga kebersihan dengan memasang poster edukatif, menjalankan kampanye kesadaran lewat video dan pengumuman, serta menyediakan fasilitas cuci tangan yang tersebar di berbagai titik.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kami sadar, menjaga kebersihan lingkungan rumah sakit tidak bisa kami lakukan sendirian. Diperlukan kesadaran kolektif, termasuk dari keluarga pasien dan pengunjung,” imbuh Direktur RSUD.

Upaya konsisten ini juga mendukung target RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep untuk meraih akreditasi paripurna, sekaligus memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah Madura dan Jawa Timur bagian timur.

Dengan meningkatnya kepercayaan publik terhadap pelayanan kesehatan berbasis mutu dan kenyamanan, RSUD Sumenep membuktikan bahwa rumah sakit daerah pun mampu bersaing dalam kualitas layanan dan manajemen kebersihan.(Bs).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2