Dengan menggunakan dua unit alat selam, pencarian dilakukan secara intensif selama hampir satu jam. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika korban berhasil ditemukan sekitar pukul 14.00 WIB.
“Korban berhasil dievakuasi dari dasar galian, namun dalam kondisi sudah meninggal dunia,” ungkap Ery.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke darat dan dilakukan pemeriksaan awal oleh tenaga medis dari Puskesmas Tikung. Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa ke rumah duka di Dusun Pengaron, Desa Pengumbulanadi, untuk dimakamkan.
Atas kejadian ini, BPBD Lamongan kembali mengingatkan masyarakat agar tidak memanfaatkan area galian tanah atau bekas tambang sebagai lokasi berenang maupun bermain, karena memiliki risiko tinggi dan minim pengamanan.
“Kami mengimbau orang tua agar lebih mengawasi aktivitas anak-anak, terutama di sekitar perairan dalam yang berbahaya. Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi kita semua,” pungkas Ery Rosidi.
Peristiwa tersebut menambah daftar kasus tenggelam di wilayah Lamongan dan menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan edukasi keselamatan lingkungan kepada masyarakat.






