“Kami melakukan razia tidak mengenal waktu dan kondisi, bisa di pagi hari, siang, bahkan tengah malam. Cara ini kami lakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtib yang bisa terjadi kapan saja, dan alhamdulillah hasilnya zero halinar dan negatif narkoba,” kata Andi.

Kepala BNNK Gresik, AKBP Suharsi turut menghadiri razia gabungan tersebut. Ia menyebut hasil razia dan tes urine menjadi bagian penting dalam memastikan upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika berjalan di lingkungan Lapas Lamongan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Dan hasil razia gabungan kali ini menunjukkan bahwa Lapas Lamongan memang benar zero narkoba dengan bukti hasil tes urine secara acak, baik napi maupun petugas semua hasilnya negatif, serta petuas tidak menemukan barang-barang yang berkaitan dengan peredaran narkoba,” ujar Suharsi.

Ia juga mengapresiasi langkah Lapas Lamongan yang melibatkan berbagai unsur aparat dalam kegiatan pengawasan dan pencegahan peredaran narkotika.

Menurut Suharsi, pemberantasan narkotika membutuhkan sinergi antarlembaga dan tidak dapat menjadi tugasa kepada satu instansi saja. Karena itu, pengawasan berkelanjutan dan deteksi dini serta kolaborasi bersama.

“Kegiatan seperti ini merupakan langkah konkret dalam membangun sinergi dan memperkuat upaya pencegahan serta pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. BNNK Gresik siap mendukung dan bersinergi dengan Lapas Lamongan dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba,” ungkapnya.

Suharsi menambahkan, kolaborasi dan komitmen seluruh pihak menjadi salah satu kunci untuk menutup ruang masuknya narkotika ke lingkungan pemasyarakatan.

“Pengawasan secara berkelanjutan serta deteksi dini menjadi bagian penting dalam mencegah masuk dan beredarnya narkotika di lingkungan lapas,” pungkasnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2