Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Lebak, Hamdan Sholeh, menambahkan bahwa rehabilitasi tidak dilakukan secara menyeluruh di sepanjang ruas jalan. Pekerjaan difokuskan pada titik-titik yang mengalami kerusakan paling signifikan guna memastikan efektivitas penggunaan anggaran.
“Penanganan dilakukan secara spot-spot pada bagian jalan yang rusak berat dengan total panjang kurang lebih 3,3 kilometer. Pendekatan ini kami pilih agar perbaikan lebih tepat sasaran dan memberikan dampak langsung bagi pengguna jalan,” jelas Hamdan.
Di sisi lain, Dinas PUPR juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi area proyek. Aktivitas alat berat serta pengaturan lalu lintas sementara berpotensi menimbulkan gangguan perjalanan.
“Kami mengimbau para pengguna jalan agar mematuhi rambu-rambu sementara dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” tambahnya.
Dengan adanya proyek rehabilitasi ini, pemerintah daerah berharap akses transportasi di wilayah Rangkasbitung–Gajrug semakin lancar, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta meningkatkan kenyamanan dan keselamatan bagi para pengguna jalan.(Ade Irwan).





