Menariknya, tidak hanya pemudik domestik yang berburu oleh-oleh ini. Sejumlah wisatawan mancanegara, terutama dari Malaysia dan Thailand, juga terlihat turut membeli wingko sebagai camilan khas daerah saat melintas di jalur tersebut.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Fenomena ini menunjukkan bahwa produk kuliner tradisional Lamongan memiliki daya tarik yang cukup kuat, bahkan di mata wisatawan asing. Popularitasnya pun membuat sebagian pemudik rela memutar arah demi mendapatkan oleh-oleh favorit mereka.

Salah seorang pemudik asal Jakarta, Rohman, mengaku sengaja menyempatkan diri kembali ke jalur tersebut hanya untuk membeli wingko langganannya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Ini sudah jadi oleh-oleh wajib setiap pulang kampung. Rasanya khas dan keluarga di rumah selalu menunggu,” katanya.

Dengan arus kendaraan yang masih terpantau ramai lancar, peningkatan aktivitas ekonomi di jalur nasional Lamongan–Surabaya diperkirakan akan terus berlangsung hingga akhir pekan, seiring berakhirnya masa libur Lebaran.

Kondisi ini sekaligus menjadi momentum penting bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan pendapatan dan memperluas pasar produk khas daerah.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2