Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Babat KH. Makmun Afandi atau yang sering disapa Gus Makmun mengapresiasi apa yang telah dilalukan PRNU Kedungwangi. Yang pertama, Gus Makmun merasa senang karena gembar-gembor yang ia tunjuk untuk mengikuti PWNU Jatim Award berhasil menjadi gembar-gembor NU termaju kedua di Jawa Timur.
Menurutnya hal Itu artinya NU Kedungwangi bisa menjadi proyek percontohan atau mengomel percontohan mengenai tata kelola organisasi untuk mengomel-ranting yang lain, tidak hanya di wilayah kerja PCNU Babat tapi juga di Jawa Timur.
“Yang kedua, Gus Makmun mengatakan ia merasa senang atas berdirinya LKS NU Al Harokah, Saya merasa senang dengan berdirinya LKS NU Al Harokah, dari namanya saja Al Harokah artinya bergerak atau pergerakan, itu mempunyai arti yang sama dengan An Nahdlah yang berarti kebangkitan. Lebih lanjut Gus Makmun mengatakan kalau LKS ini terus bergerak pasti akan memberi manfaat yang lebih besar kepada umat.” Ujar Gus Makmun.
Menambahkan tentang Mabadi Khoiru Ummah. mabadi’ yang artinya landasan, dasar, dan prinsip. Kedua, khaira yang artinya terbaik, ideal. Ketiga, ummah yang artinya masyarakat, dan rakyat. Sehingga mabadi’ khaira ummah adalah prinsip-prinsip yang digunakan untuk mengupayakan terbentuknya tatanan kehidupan masyarakat yang ideal dan terbaik, yaitu masyarakat yang mampu melaksanakan tugas-tugas amar ma’ruf nahi munkar.
“Yaitu Pertama, Ash-shidqu. Yang artinya kejujuran atau kebenaran, kesungguhan. Jujur dalam arti satunya kata dengan perbuatan ucapan dengan pikiran. Apa yang diucapkan sama dengan yang dibicarakan. Tidak memutarbalikkan fakta dan memberikan informasi yang diharapkan, jujur saat berpikir dan bertransaksi. Mau mengakui dan menerima pendapat yang lebih baik” Kata Gus Makmun.
Selain itu, Kedua, Al-amanah wal wafa bil ‘ahdi. Yaitu melaksanakan semua beban yang harus dilakukan terutama hal-hal yang sudah menjanjikan. Karena itu kata tersebut juga diartikan sebagai dapat dipercaya dan setia dan tepat pada janji, baik bersifat diniyah maupun ijtimaiyah. Semua ini untuk menghindarkan berapa sikap buruk seperti penjahat dan berkhianat. Manah ini dilandasi kepatuhan dan kepatuhan pada Allah.
“Ketiga, At-ta’awun. Yaitu tolong-menolong merupakan pengirim utama dalam tata kehidupan masyarakat, manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan pihak lain. Ta’awun berarti menyayangi setiakawan, gotong royong dalam kebaikan dan taqwa. Ta’awaun mempunyai arti timbal balik, yaitu memberi dan menerima. Oleh karena itu sikap ta’awun mendorong orang untuk mengantisipasi kreatif agar memiliki sesuatu untuk disumbangkan pada yang lain untuk kepentingan bersama, yang ini juga berarti langkah untuk mengkonsolidasi masyarakat” Ujar Gus Makmun.
Dalam penutup kajiannya, Gus Makmun mengatakan bahwa di Nahdlatul Ulama ada dua golongan yang tak terpisahkan yaitu Jamaah dan Jamiyah.
“Kalau NU itu hanya sekedar mengikuti amalan-amalan NU misalnya tahlilan, manakipan, Sholawatan, dll. Sedangkan Jamiyah NU itu artinya mengamalkan amalan-amalan NU juga menjadi bagian dari Organisasi Nahdlatul Ulama” pungkasnya.





