“Kebijakan terkait nilai tukar berada di wilayah Bank Indonesia. Namun, kami akan terus memperkuat koordinasi agar kebijakan fiskal dan moneter saling mendukung,” jelasnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Lebih lanjut, Juda Agung menekankan pentingnya pertukaran pengalaman dan penguatan kolaborasi antarlembaga sebagai upaya meningkatkan efektivitas kebijakan ekonomi. Sinergi yang solid antara pemerintah, Bank Indonesia, dan berbagai pemangku kepentingan dinilai sangat krusial dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang penuh tantangan.

Ia juga menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh program-program strategis pemerintah, termasuk penguatan fiskal, optimalisasi pendapatan negara, pengelolaan belanja yang efisien, serta penguatan stabilitas sistem keuangan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pelantikan Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan diharapkan dapat memperkuat kinerja Kementerian Keuangan dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, meningkatkan daya saing, serta mempercepat pencapaian target pembangunan.

Dengan pengalaman dan kompetensi yang dimiliki, Juda Agung diyakini mampu memberikan kontribusi signifikan dalam merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan ekonomi yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.

Pemerintah optimistis, sinergi yang semakin kuat antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan visi Indonesia maju di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2