Selain melakukan imbauan, tim patroli juga melakukan standby di beberapa titik strategis yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi. Beberapa area yang menjadi prioritas patroli meliputi lokasi dengan minim penerangan, ruas jalan yang mengalami kerusakan, hingga area yang sering menjadi titik kumpul kelompok tertentu.
Kehadiran fisik anggota di lokasi-lokasi rawan tersebut bertujuan untuk meniadakan kesempatan bagi pelaku tindak kejahatan konvensional. Kondisi jalanan yang gelap dan sepi seringkali dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab, sehingga dengan adanya Blue Light Patrol, masyarakat merasa lebih aman saat melintasi jalur-jalur tersebut pada malam hari.
Salah satu poin penting dalam patroli ini adalah deteksi dini terhadap potensi gesekan antar perguruan silat. Polsek Sarirejo secara proaktif memantau wilayah-wilayah yang dianggap rawan menjadi tempat pertemuan atau persinggungan antar kelompok.
“Kami terus menekankan pentingnya menjaga kerukunan. Wilayah Sarirejo harus tetap tenang. Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya para anggota perguruan silat, untuk saling menghormati dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya,” tambah Kapolsek.
Hingga patroli berakhir, situasi di wilayah hukum Polsek Sarirejo dilaporkan tetap aman, lancar, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya laporan terkait gangguan keamanan maupun gesekan antar kelompok. Aksi ini merupakan wujud nyata dari komitmen Polres Lamongan dengan semangat “Sehati” (Sinergi, Empati, Humanis, Amanah, Tegas, dan Inovatif) serta ajakan “Ayo Jogo Lamongan” yang terus digelorakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan daerah.






