LAMONGAN – Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa berbeda di Dusun Nogo, Desa Nogojatisari, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Untuk pertama kalinya, masyarakat setempat menggelar upacara pengibaran Bendera Merah Putih secara mandiri di tingkat dusun, Senin (17/8/2026).

Upacara tersebut diikuti ratusan warga dari 10 Rukun Tetangga (RT). Mayoritas masyarakat Dusun Nogo berprofesi sebagai petani. Meski memiliki kesibukan di lahan pertanian, warga tetap antusias meluangkan waktu untuk mengikuti rangkaian peringatan kemerdekaan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bagi masyarakat setempat, pelaksanaan upacara di lingkungan dusun memberikan pengalaman berbeda. Selama ini, warga yang ingin mengikuti upacara HUT RI harus menuju pusat kecamatan. Kondisi tersebut membuat sebagian petani kesulitan hadir karena harus menjalankan aktivitas di sawah.

Dengan digelarnya upacara secara mandiri di Dusun Nogo, warga tidak lagi harus menempuh perjalanan ke pusat kecamatan. Momentum kemerdekaan pun dapat dirasakan secara lebih dekat dan melibatkan masyarakat dari berbagai kelompok usia.

Rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Dusun Nogo telah dimulai sejak Minggu (16/8/2026) malam melalui kegiatan tirakatan. Warga berkumpul untuk berdoa dan mengenang jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan upacara pengibaran Bendera Merah Putih pada Senin pagi. Sejumlah unsur masyarakat ikut terlibat, mulai dari para petani, tokoh masyarakat, pemuda Karang Taruna hingga warga dari seluruh RT.

Kepala Dusun Nogo Suparno menyampaikan apresiasi terhadap tingginya partisipasi masyarakat. Menurutnya, antusiasme warga menunjukkan bahwa semangat nasionalisme tetap kuat meskipun kehidupan sehari-hari masyarakat mayoritas bergantung pada sektor pertanian.

“Mayoritas warga di sini adalah petani. Dulu, warga yang ingin ikut upacara harus pergi ke pusat kecamatan, sehingga banyak yang tidak sempat hadir. Sekarang, begitu kita adakan di dusun sendiri, para petani sangat bangga dan antusias,” ujar Suparno, Senin (17/8/2026).

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni untuk memperingati hari kemerdekaan. Upacara menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarwarga sekaligus membangun rasa kebersamaan di tengah masyarakat.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2