Di atas kertas, kondisi kedua tim menjelang pertandingan cukup bertolak belakang. Persela mengantongi dua kemenangan, sedangkan PSBS Biak datang ke Lamongan setelah menelan dua kekalahan beruntun.
Situasi tersebut justru menjadi perhatian Bima. Menurutnya, PSBS bisa tampil tanpa beban dan berpotensi menyulitkan Persela. Perpaduan pemain muda dengan sejumlah pemain senior menjadi salah satu kekuatan tim berjuluk Badai Pasifik tersebut.
“Mereka nothing to lose. Mereka pemain-pemain muda dan ada beberapa pemain senior juga. Saya pikir mereka tim yang bagus. Oleh sebab itu kita tidak boleh menganggap remeh dan harus tetap kerja keras untuk memenangkan pertandingan,” tegasnya.
PSBS sendiri telah menyiapkan langkah untuk membendung permainan tuan rumah. Pelatih PSBS Biak, Miskardi, mengaku telah mempelajari sejumlah pemain Persela yang dinilai berbahaya, termasuk Cabral, Dendy Sulistyawan, dan Hambali.
Selain mengantisipasi pergerakan lini serang Persela, PSBS memberikan perhatian khusus terhadap situasi bola mati yang berpotensi menjadi senjata tuan rumah.
“Kita sudah melihat pergerakan Cabral, Dendy, Hambali, dan sudah mempersiapkan strategi untuk mengantisipasi mereka. Kita juga berusaha meminimalisir situasi set piece dan bola corner,” ungkap Miskardi.
Dengan Persela berupaya mempertahankan tren kemenangan dan PSBS bertekad bangkit dari dua hasil negatif, pertemuan di Stadion Surajaya diprediksi berlangsung ketat. Tiga poin akan menjadi target Laskar Joko Tingkir untuk menjaga momentum positif pada awal kompetisi.





