Ia menegaskan bahwa pembinaan di Lapas tak hanya fokus pada keterampilan, tetapi juga pada pembinaan rohani sebagai bekal kembali ke masyarakat.

“Peringatan Maulid Nabi ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga menjadi sarana untuk merenungi dan meneladani akhlak Rasulullah sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat setelah warga binaan bebas nantinya,” ujarnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Melalui peringatan Maulid Nabi ini, Lapas Kelas IIB Lamongan menegaskan komitmennya dalam membina kepribadian warga binaan secara menyeluruh, guna mendorong perubahan positif dan reintegrasi sosial yang lebih baik.(Bs)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2