Solusi: Batasi waktu bayi dalam posisi tegak, dan selalu pastikan ia dalam posisi yang nyaman dan didukung sepenuhnya.
4. Menempatkan Kaki dalam Posisi Tidak Alami
Menggantungkan kaki bayi lurus ke bawah atau menjepitnya dalam gendongan yang sempit dapat memicu displasia panggul, yaitu kondisi di mana sendi panggul tidak berkembang dengan sempurna.
Solusi: Gunakan gendongan ergonomis yang mendukung posisi kaki “M”, di mana lutut lebih tinggi dari bokong dan pinggul terbuka lebar.
5. Menggendong Sambil Berlari atau Melakukan Aktivitas Berat
Menggendong sambil beraktivitas seperti berlari, memasak, atau mengangkat benda berat sangat berisiko. Guncangan keras dapat memicu shaken baby syndrome, yaitu cedera otak serius akibat bayi terguncang terlalu keras.
Solusi: Fokus saat menggendong bayi. Hindari aktivitas berisiko dan selalu pastikan lingkungan sekitar aman.
Cara Menggendong Bayi yang Benar
- Sangga kepala dan leher bayi dengan tangan saat usia 0–4 bulan.
- Angkat bayi dari bawah tubuh, bukan dari tangan.
- Gunakan gendongan ergonomis yang mendukung posisi alami tulang bayi.
- Pastikan bayi menghadap ke atas, dekat dengan dada orang tua, dan saluran napasnya tidak tertutup.
- Hindari gerakan mendadak atau aktivitas berat saat menggendong.
Momen menggendong adalah saat-saat istimewa yang membentuk kedekatan emosional antara orang tua dan bayi.
Dengan memahami cara menggendong yang benar, kita dapat menjaga tumbuh kembang si kecil tetap optimal dan aman.
Mari kita mulai lebih hati-hati dan bijak dalam menggendong si kecil demi kesehatan dan keselamatan mereka.





