BERITASIBER.COM | JAKARTA – Menggendong bayi adalah salah satu bentuk kasih sayang yang paling intim antara orang tua dan anak. Namun, tahukah Anda bahwa cara menggendong yang salah dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan bayi, terutama pada tulang dan sendi yang masih sangat lunak dan dalam tahap pertumbuhan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bayi yang baru lahir memiliki tulang yang belum sepenuhnya kuat dan sendi-sendi yang masih dalam proses pembentukan. Oleh karena itu, posisi gendong yang tidak tepat dapat menyebabkan cedera serius, seperti dislokasi, gangguan pada tulang belakang, bahkan menghambat perkembangan otot.

Dalam artikel ini, kami merangkum informasi penting yang dilansir dari Channel YouTube Dunia Parenting mengenai lima cara menggendong bayi yang salah dan dapat membahayakan kesehatan tulangnya:

Scroll Untuk Lanjut Membaca

1. Menggendong Tanpa Menyangga Kepala dan Leher

Pada usia 0 hingga 3 bulan, otot leher bayi belum cukup kuat untuk menopang kepala. Menggendong tanpa menyangga kepala dan leher dapat menyebabkan cedera pada saraf tulang belakang dan berisiko membuat leher bayi tertekuk secara tidak alami.

Solusi: Selalu letakkan tangan Anda di bawah kepala dan leher saat mengangkat atau menggendong bayi.

2. Menarik Bayi dari Lengan atau Tangan

Kebiasaan mengangkat bayi dari lengan atau tangan dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai nursemaid’s elbow, yaitu dislokasi pada sendi siku. Ini adalah kondisi yang sangat menyakitkan bagi bayi dan memerlukan penanganan medis.

Solusi: Saat ingin menggendong, angkat bayi dari bawah tubuhnya, dukung bagian bokong dan punggung dengan dua tangan.

3. Menggendong dalam Posisi Tegak Terlalu Lama

Bayi baru lahir belum memiliki kekuatan otot punggung yang cukup untuk berada dalam posisi vertikal terlalu lama. Hal ini dapat memberi tekanan pada tulang belakang dan mempengaruhi pertumbuhan tulangnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2