Pada sektor pengendalian bencana, pemerintah akan memperkuat upaya mitigasi banjir dan kekeringan melalui normalisasi saluran air, pembangunan sistem drainase perkotaan, optimalisasi rumah pompa, pembangunan floodway, serta pembangunan waduk dan embung desa guna meningkatkan ketahanan wilayah terhadap dampak perubahan iklim.
Di bidang infrastruktur, program Jalan Mantap Lamongan (JAMULA) akan terus dilanjutkan untuk meningkatkan kualitas jalan penghubung antarwilayah. Pemerintah juga menargetkan pemasangan tambahan 10 ribu titik lampu penerangan jalan umum (PJU) melalui program Lamongan Menyala sebagai upaya meningkatkan keselamatan dan aktivitas ekonomi masyarakat pada malam hari.
Sektor ketahanan pangan juga menjadi perhatian utama melalui penguatan hilirisasi pertanian, peternakan, dan perikanan. Modernisasi teknologi pertanian serta peningkatan nilai tambah produk lokal diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan pendapatan para pelaku usaha di sektor primer.
Sementara itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia dilakukan melalui percepatan penurunan angka stunting, peningkatan kualitas layanan kesehatan, penguatan pendidikan yang inklusif, perluasan program beasiswa, hingga pengembangan program kepemudaan berbasis kompetensi dan profesi.
Pemkab Lamongan juga menempatkan penguatan kehidupan sosial dan keagamaan sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah. Upaya tersebut diarahkan untuk menjaga kerukunan, memperkuat nilai-nilai religius, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga harmoni sosial.
Di sektor ekonomi, pemerintah akan terus mendorong pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu naik kelas melalui digitalisasi usaha, perluasan akses pasar, penciptaan wirausaha muda, penguatan koperasi desa, hingga pengembangan sektor pariwisata berbasis potensi lokal melalui Program Ramasinta.
Transformasi digital juga menjadi salah satu agenda prioritas melalui penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan efisien, sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis teknologi informasi.
Pada sektor lingkungan hidup, pemerintah akan memperkuat pengelolaan sampah secara berkelanjutan melalui optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), pengoperasian Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Dadapan, pelaksanaan Gerakan Resik Megilan, hingga kerja sama regional dalam pengembangan pengolahan sampah menjadi energi listrik di kawasan Surabaya Raya.
Selain itu, penguatan kawasan perkotaan juga menjadi perhatian melalui penataan ruang yang lebih terintegrasi, peningkatan fasilitas publik, serta pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu mendukung investasi dan aktivitas masyarakat.
Melalui penyampaian Rancangan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 tersebut, Pemkab Lamongan optimistis mampu mewujudkan pembangunan yang semakin merata, meningkatkan daya saing daerah, memperkuat fondasi ekonomi, serta menghadirkan pelayanan publik yang lebih berkualitas.
Seluruh kebijakan yang dirancang diharapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkokoh posisi Lamongan sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Jawa Timur.





