Turnamen bola voli berlangsung selama sekitar 10 hari dengan sistem setengah kompetisi. Antusiasme warga terlihat dari keterlibatan peserta maupun dukungan masyarakat yang menyaksikan jalannya pertandingan.

“Alhamdulillah sejak awal itu bulu tangkis, kemudian bola voli itu maraton 10 hari, setengah kompetisi. Kemudian terakhir itu lomba paduan suara, dan semuanya semangat,” ungkap M. Takim.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Lomba paduan suara juga menjadi salah satu kegiatan yang menunjukkan tingginya partisipasi warga. Sejumlah kelompok dari lingkungan perumahan dan berbagai blok turut ambil bagian.

Dalam kompetisi tersebut, warga dari Perumahan Tamburan berhasil meraih juara. Keikutsertaan berbagai kelompok masyarakat menunjukkan bahwa rangkaian Agustusan tidak hanya menjadi kegiatan hiburan, tetapi juga wadah bagi warga untuk berkreasi dan mempererat hubungan sosial.

M. Takim menilai tingginya partisipasi warga menjadi gambaran masih kuatnya semangat gotong royong di Desa Tambakrigadung.

Ia berharap semangat tersebut tidak berakhir setelah perayaan kemerdekaan selesai. Kebersamaan yang telah terbangun selama rangkaian kegiatan diharapkan dapat diteruskan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam mendukung pembangunan desa.

“Setelah Agustusan selesai, jangan sampai semangat kebersamaan juga ikut selesai. Justru semangat gotong royong ini harus kita bawa dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam mendukung pembangunan desa,” tegasnya.

Pagelaran campursari kemudian menjadi puncak sekaligus penutup seluruh rangkaian kegiatan. Para penampil membawakan sejumlah lagu bernuansa Jawa yang disambut antusias warga.

Bagi Pemdes Tambakrigadung, kegiatan tersebut memiliki makna lebih luas daripada sekadar hiburan. Seni tradisional menjadi sarana mempertemukan warga dari berbagai generasi dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan.

Kepala Desa Tambakrigadung berharap kegiatan seni dan budaya dapat terus dikembangkan. Selain mempertahankan tradisi, kegiatan tersebut juga diharapkan memberikan ruang bagi pelaku seni lokal untuk berkarya dan memperkenalkan budaya kepada generasi muda.

“Harapan saya dengan adanya seperti ini masyarakat itu bisa guyup rukun. Alhamdulillah sangat kita harapkan karena kerukunan, kebersamaan, kegotongroyongan ini merupakan simbol desa menjadi desa yang bersatu,” pungkasnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2