Mentari Putri, salah satu pemateri pendamping, menjelaskan pentingnya strategi pemasaran yang efektif untuk memastikan setiap produk yang telah dibuat dapat diterima pasar.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kunci keberhasilan usaha tidak hanya pada produk bagus, tapi juga cara menjualnya. Kami ajarkan cara menghitung cost production, menentukan harga jual yang profitable, hingga teknik foto produk dan copywriting yang menarik untuk dipajang di platform online,” jelasnya.

Peserta kemudian diajak melakukan simulasi langsung, mulai dari menyusun daftar biaya produksi, menentukan margin yang ideal, hingga melakukan sesi foto produk dengan pencahayaan sederhana namun efektif.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Materi copywriting juga menjadi sorotan menarik, di mana peserta belajar menulis deskripsi produk yang singkat, jelas, dan mampu memikat calon pembeli.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh semangat. Para peserta tampak antusias mencoba membuat berbagai produk serta mempraktikkan teknik yang diajarkan. Beberapa ibu terlihat saling berbagi ide rasa baru untuk keripik pisang, sementara kelompok pemuda sibuk berkreasi dengan anyaman bambu dalam berbagai bentuk.

Dr. Nurul Badriyah, sebagai pemateri utama, menekankan bahwa pelatihan ini tidak berhenti pada pemberian materi saja. Menurutnya, keberlanjutan pendampingan adalah kunci agar masyarakat benar-benar mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan ekonomi sehari-hari.

Ia mendorong peserta untuk berani memulai usaha, meskipun dalam skala kecil, dan terus melakukan inovasi produk sesuai kebutuhan pasar.

“Kita tidak boleh berhenti pada pelatihan. Yang paling penting adalah praktik berkelanjutan. Jika masyarakat terus belajar dan mencoba, maka desa akan memiliki banyak produk unggulan yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga,” ungkapnya.

Pelatihan ini memberikan angin segar bagi masyarakat Desa Jatirejo yang ingin meningkatkan taraf hidup melalui optimalisasi potensi desa. Upaya ini juga menjadi bukti bahwa pengembangan ekonomi lokal tidak selalu membutuhkan investasi besar, tetapi cukup dengan pemberdayaan keterampilan dan kreativitas masyarakat.

Dengan bekal yang diperoleh, masyarakat diharapkan mampu menciptakan produk berkualitas, memasarkan secara digital, dan mengembangkan home industri yang berdaya saing.

Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah penting dalam upaya menciptakan desa mandiri yang memiliki identitas produk unggulan serta mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh warganya.

Pelatihan ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta. Harapannya, setelah pelatihan ini, Desa Jatirejo dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengoptimalkan sumber daya lokal sebagai pendorong utama ekonomi masyarakat.

Dengan kolaborasi antara pemerintah desa, narasumber profesional, dan semangat masyarakat, Desa Jatirejo optimistis dapat mencetak lebih banyak pelaku usaha kreatif dan mandiri di masa depan.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2