“Melalui pelatihan ini, peserta dibimbing mulai dari pencatatan manual, teknik membuat bukti transaksi, hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban (LPJ) kegiatan yang sesuai standar,” ucapnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi demi sesi, terutama saat praktik penyusunan laporan. Mereka diberikan contoh format laporan yang mudah digunakan, serta tips mengelola arsip dan bukti transaksi agar lebih tertata. Selain itu, diskusi interaktif antara pemateri dan peserta menciptakan suasana pelatihan yang hidup dan penuh wawasan.

Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari para peserta yang berharap pelatihan serupa dapat berlanjut secara berkala, mengingat pengelolaan dana umat memerlukan kemampuan administrasi dan akuntansi yang terus ditingkatkan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pelatihan akuntabilitas keuangan seperti ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan jamaah serta meningkatkan profesionalisme pengurus masjid dan lembaga keagamaan di Lamongan.

Dengan adanya pelatihan ini, para pengurus kini memiliki bekal lebih matang dalam menyusun laporan pertanggungjawaban yang tidak hanya tertib dan jelas, tetapi juga mencerminkan transparansi serta amanah dalam mengelola dana masyarakat. Pelatihan ini menjadi langkah penting dalam mendorong tata kelola lembaga keagamaan yang lebih baik, profesional, dan kredibel.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2