BERITASIBER.COM | JAKARTA – Kawasan Laut Ambalat di Sebatik Nunukan berada pada wilayah perbatasan dengan negara Jiran Melayu Malaysia. Wilayah ini sangat strategis ,bila ditinjau dari aspek kepentingan jalur lalulintas pelayaran, maupun politik dan pertahanan keamanan serta aspek ekonomi berupa kekayaan kandungan sumber daya alam melimpah.
“Dalam aspek sumber daya alam wilayah ini merupakan landasan kontinen yang memiliki kandungan sumber daya minyak dan gas dari beberapa kegiatan membuktikan besarnya kandungan MIGAS di wilayah ini,” kata Ketua Umum PDKN Rahman Sabon Nama kepada media online beritasiber.com melalui WhatsAppnya, Jum’at (14/03/2025).
Meningkatnya pertumbuhan ekonomi wilayah Indonesia Sebatik Nunukan Tarakan Indonesia dengan Tawau Sabah Malaysia menjadikan kebutuhan stok pangan kedua negara jiran tersebut semakin meningkat karena dilatar belakangi perbedaan kepentingan antar kedua negara seperti transportasi laut, wilayah penangkapan ikan.
Eksplorasi dan eksploitasi minyak mentah dan gas alam maka potensi konflik bersenjata claimant state di wilayah Laut Ambalat harus bisa diredam, permasalahan laut Ambalat dilatar belakangi faktor ekonomi merupakan motif utama claimant states.
“Pertahanan negara adalah kewajiban seluruh warga negara termaktub dalam UUD 1945 pasal 27 ayat 3 setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara,” kata pria asal Adonara NTT.
Oleh karena itu Partai Daulat Kerajaan Nusantara (PDKN) secara paripurna menyiapkan diri untuk menjadi juru runding agar tidak terjadi konflik senjata dengan negara serumpun Malaysia. Raja Malaysia Yang Dipertuan Agung Ibrahim Ismail berasal dari Kerajaan Johor adalah kerabat dari kerajaan Lingga Riau.





