BERITASIBER.COM — Selama ini, Kabupaten Lamongan begitu melekat di ingatan masyarakat berkat kelezatan kuliner khasnya seperti Soto Lamongan dan Pecel Lele yang merambah ke berbagai penjuru nusantara. Namun, di balik reputasi kuliner tersebut, kabupaten di pesisir utara Jawa Timur ini diam-diam menyimpan potensi agrobisnis yang luar biasa. Lamongan kembali mengukuhkan posisinya sebagai “raja ternak” dengan status sebagai daerah berketersediaan populasi sapi terbesar di Jawa Timur.
Dominasi Lamongan di sektor peternakan ini mengemuka saat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan peninjauan langsung terkait kesiapan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Berlokasi di Peternakan Pak Suparto yang terletak di Kecamatan Kedungpring, Minggu (24/5/2026), rombongan Pemprov Jatim melihat langsung bagaimana kesiapan pasokan ternak di hulu.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, yang mendampingi langsung kunjungan kerja Gubernur Khofifah, membeberkan data yang mempertegas dominasi wilayahnya.
Pria yang akrab disapa Pak Yes ini mengungkapkan bahwa saat ini peta populasi sapi di Kabupaten Lamongan telah menyentuh angka fantastis, yakni 108.792 ekor.
Dari total populasi yang tersebar di berbagai kecamatan tersebut, jumlah sapi yang siap dilepas ke pasar untuk memenuhi kebutuhan ibadah kurban tahun 2026 tercatat sebanyak 8.983 ekor. Jumlah ini terhitung sangat melimpah karena melampaui proyeksi kebutuhan kurban lokal Lamongan yang diperkirakan hanya berada di kisaran 6.500 ekor.
“Lamongan masih menjadi salah satu daerah dengan ketersediaan sapi terbesar di Jawa Timur. Dengan surplus yang kita miliki saat ini, Insyaallah kebutuhan hewan kurban untuk masyarakat aman dan tercukupi dengan baik,” tutur Pak Yes dengan optimistis.
Ketangguhan sektor peternakan di Kota Soto ini rupanya tidak hanya didominasi oleh hewan besar seperti sapi. Berdasarkan rilis data dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan, komoditas hewan ternak kecil seperti kambing dan domba juga mencatatkan angka surplus yang signifikan untuk menyambut Idul Adha 1447 H.
Komoditas Kambing: Saat ini memiliki total populasi mencapai 101.496 ekor. Dari jumlah tersebut, ketersediaan hewan yang siap dikurbankan mencapai 23.000 ekor, melebihi proyeksi kebutuhan yang berada di angka 20.000 ekor.
Komoditas Domba: Mengantongi total populasi sebesar 91.571 ekor dengan kesiapan hewan kurban sebanyak 18.000 ekor, membanjiri target proyeksi kebutuhan lokal yang hanya sebesar 10.000 ekor.
Melihat data di atas, Lamongan tidak sekadar mampu swasembada untuk kebutuhan wilayahnya sendiri, namun juga memegang peran krusial sebagai penyangga dan pemasok utama kebutuhan protein hewani bagi kabupaten/kota lain di Jawa Timur.
Melimpahnya stok hewan kurban tentu wajib dibarengi dengan jaminan kesehatan yang ketat. Guna memastikan seluruh hewan kurban yang beredar dalam kondisi prima dan bebas dari penyakit menular khususnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Pemerintah Kabupaten Lamongan bergerak cepat menerapkan skema pengawasan berlapis.






