Petugas melakukan patroli sekaligus standby di sejumlah lokasi yang minim penerangan maupun memiliki kondisi jalan yang rusak dan gelap. Kehadiran polisi di lokasi tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus mempersempit ruang bagi pelaku kejahatan untuk melakukan aksinya.
Perhatian khusus juga diberikan terhadap lokasi yang dinilai berpotensi menjadi titik terjadinya gesekan antarperguruan silat. Personel melakukan pemantauan dan patroli secara berkala sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas.
“Kami terus melakukan deteksi dini terhadap setiap potensi gangguan keamanan. Termasuk mengantisipasi gesekan antarperguruan silat. Kami berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan tidak mudah terprovokasi, sehingga situasi keamanan di wilayah Sarirejo tetap aman dan kondusif,” tegasnya.
Menurut Kapolsek, menjaga kamtibmas bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Peran masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta seluruh elemen lainnya sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan. Jika menemukan adanya potensi gangguan kamtibmas, segera sampaikan kepada petugas kepolisian agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat,” imbuh Sokep.
Patroli Blue Light tersebut berlangsung dalam keadaan aman, lancar, dan kondusif. Kegiatan serupa akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya Polsek Sarirejo dalam menjaga stabilitas kamtibmas sekaligus memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, terutama pada jam-jam rawan.
Kehadiran personel kepolisian di lapangan diharapkan tidak hanya mampu mencegah terjadinya tindak kriminalitas, tetapi juga memperkuat komunikasi antara polisi dan masyarakat. Dengan sinergi tersebut, situasi keamanan di wilayah hukum Polsek Sarirejo diharapkan tetap terjaga dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman.





