BERITASIBER.COM | MOJOKERTO – Pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati-Gus Dulloh (Sa’dulloh Syarofi) akan konsisten melanjutkan pembangunan infrastruktur jalan, terutama lingkungan desa di Kabupaten Mojokerto. Sebab infrastruktur dan sarpras jalan yang bagus akan memperlancar mobilitas warga dan semakin menggeliatkan perekonomian masyarakat Bumi Majapahit.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pembangunan infrastruktur jalan sudah berjalan selama 14 tahun yang dirintis sejak kepemimpinan Bupati mustofa Kamal Pasa (MKP) tahun 2010-2018 dengan menyelesaikan sepanjang 718 Km. Kemudian dilanjutkan oleh Ikfina Fahmawati tahun 2021-2024, yang baru bisa membangun jalan pada tahun 2023 sepanjang 178 Km karena imbas Covid-19.

Kini, dari total 1000,4 Km panjang jalan se-Kabupaten Mojokerto, masih menyisakan 103 Km. Pasangan cabup-cawabup nomor urut 1 Ikfina-Gus Dulloh berkomitmen akan menuntaskan pembangunan tersebut hingga merata ke pelosok desa.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Infrastruktur itu sangat penting, namun belum selesai. Karena masih ada jalan poros desa yang belum dibangun standar sepanjang 103,7 Km. Masih banyak jalan lingkungan desa yang belum dibangun jalan beton,” kata Ikfina saat berkampanye di Jetis, Rabu (13/11/2024) malam.

Pemerataan pembangunan, imbuh Ikfina, terutama untuk wilayah lor kali (utara Sungai Brantas) meliputi Kecamatan Jetis, Gedeg, Kemlagi dan Dawarblandong. Menurutnya, kondisi jalan utama kabupaten dan provinsi di wilayah lor kali saat ini memberi banyak manfaat bagi masyarakat karena akses transportasi umum juga semakin mudah.

“Wisata di wilayah utara sungai semakin berkembang, juga dilewati Bus TransJatim karena jalannya sudah bagus. Ini bukti nyata dampak pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan,” tandas Ikfina.

Ikfina menerangkan, infrastruktur jalan yang mulus dan memadai membuat Pemerintah Provinsi Jawa Timur memilih Mojokerto menjadi salah satu sasaran jalur transportasi umum bus Transjatim dengan trayek Mojokerto-Gresik dan Mojokerto-Surabaya. Artinya, arah pembangunan di Kabupaten Mojokerto sebagai wilayah penyangga Gerbangkertosusila telah sesuai dengan visi misi serta program dari Pemprov Jatim.

“Dengan adanya bus Transjatim, wilayah Lor Kali sekarang banyak berkembang, terutama pariwisata dan sektor lain yang terkait seperti UMKM. Kalau jalannya tidak baik, pemprov tentu akan berpikir lagi kalau mau membuat moda transportasi melewati Mojokerto,” paparnya.

Dalam pembangunan infrastruktur, Ikfina memaparkan, pemerintah juga meningkatkan sarana prasarana penunjang seperti PJU (Penerangan jalan umum) untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan warga. Cabup petahana ini menegaskan, Pemkab Mojokerto sudah membuka layanan pengaduan masyarakat terkait masalah PJU melalui ke call center 112.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2