Hasil panen tersebut akan dibagi dua dengan mitra kerja sama, setelah dikurangi biaya produksi seperti pembibitan, pemeliharaan, PNBP, premi warga binaan, dan ongkos panen.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menurut Heri, kegiatan pertanian ini tidak hanya meningkatkan produktivitas lembaga, tetapi juga memberikan bekal keterampilan bagi warga binaan agar siap kembali ke masyarakat.

“Kami ingin warga binaan tidak hanya produktif di dalam lapas, tetapi juga mampu hidup mandiri setelah bebas nanti,” jelasnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Program pembinaan pertanian ini merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden RI dan 13 Program Akselerasi Menteri Hukum dan HAM dalam membangun lapas yang berdaya guna serta mendukung konsep Lapas Produktif yang digagas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas).

Melalui panen tahap ketiga ini, Lapas Lamongan menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan pertanian nasional dan mendukung upaya ketahanan pangan berkelanjutan di Jawa Timur.

“Kami akan terus memperkuat pembinaan berbasis produktivitas agar Lapas Lamongan bukan hanya tempat pembinaan, tapi juga pusat pemberdayaan yang berdampak bagi masyarakat,” pungkas Kalapas Heri.(Bs).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2