Pengiriman sepeda ke luar pulau tersebut telah berlangsung sekitar tiga tahun terakhir. Untuk mendukung distribusi, Riyanto memanfaatkan transportasi laut melalui layanan ASDP Pelabuhan.
Selain memperluas pasar, Riyan juga menangkap peluang dari tren modifikasi sepeda. Ia menyebut sejumlah pelanggan bahkan mengeluarkan biaya modifikasi lebih besar dibandingkan harga sepeda yang dibeli.
“Beli baru itu langsung dimodif. Jadi harga sepedanya sekitar satu juta, modifikasinya habis dua juta. Banyak modifikasinya timbang harga sepedanya,” tuturnya.
Melihat potensi tersebut, Riyan berencana membuka bengkel khusus modifikasi sepeda yang dilengkapi berbagai pilihan suku cadang. Fasilitas itu nantinya akan dibuat terpisah dari toko utama. Ia juga menargetkan pembukaan satu cabang baru untuk memperluas jangkauan usahanya.
“Rencana nanti buka cabang lagi toko di kecamatan Karanggeneng,” ungkapnya.
Sementara itu, Brand Manager BRI Lamongan Edy Hariyadi mengatakan, dukungan terhadap UMKM merupakan bagian dari komitmen BRI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Melalui KUR, BRI berupaya memberikan akses pembiayaan kepada pelaku usaha produktif agar dapat meningkatkan kapasitas bisnis dan memperluas pemasaran.
Menurut Edy, perkembangan usaha toko sepeda milik Riyan menjadi salah satu contoh pemanfaatan pembiayaan untuk mendorong pertumbuhan UMKM. Selain modal, BRI juga mendorong pelaku usaha memanfaatkan layanan perbankan digital, termasuk QRIS, untuk mempermudah transaksi pembayaran.
“Kami berharap fasilitas KUR BRI dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya. BRI tidak hanya mendukung dari sisi akses permodalan, tetapi juga terus mendorong pemanfaatan layanan perbankan digital agar pelaku usaha semakin mudah menjalankan aktivitas bisnisnya,” pungkas Edy.





