Munif menjelaskan bahwa kondisi gedung sekolah tersebut memang sudah rapuh dan tidak mampu bertahan saat diterpa angin dan hujan.
Ia menambahkan, hingga saat ini ada sekitar 30% dari total sekolah di wilayahnya mengalami kerusakan berat.
“Setelah kejadian tersebut, kami segera mengambil langkah cepat untuk melakukan pembersihan dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk Kepala Desa dan tokoh masyarakat setempat. Meskipun kondisi gedung tidak ideal, kami berusaha agar proses pembelajaran tetap dapat berjalan dengan memanfaatkan ruang yang ada,” katanya.
Munif juga menambahkan bahwa pihaknya telah melaporkan kondisi ini kepada Bupati Lamongan dan Sekretaris Daerah, serta mengusulkan penanganan khusus kepada pemerintah pusat.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah untuk melakukan renovasi gedung-gedung yang rusak. Kami sudah mengusulkan kondisi ini, dan mudah-mudahan ada tindak lanjut dengan cepat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Munif menjelaskan, dalam pertemuan dengan Menteri Pendidikan saat berkunjung di Lamongan, pihaknya juga menyampaikan persoalan tersebut.
“Kami juga menyoroti masalah fasilitas sanitasi, termasuk toilet sekolah yang menjadi perhatian khusus. Kami ,” tambahnya.
Munif berharap program renovasi yang dipimpin oleh Presiden Prabowo dapat segera direalisasikan, sehingga kondisi sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Lamongan dapat ditingkatkan.
Ia menjelaskan telah menganggarkan perbaikan toilet di beberapa sekolah, dengan prioritas satu kecamatan satu sekolah.
“Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang layak dan aman,” tutupnya.
Saat ini, pihak sekolah masih menunggu realisasi program renovasi yang dijanjikan oleh Presiden Prabowo. Rencana ini diharapkan dapat segera terealisasi setelah hari raya, sehingga siswa dapat kembali belajar di lingkungan yang aman dan layak.
Dengan adanya perhatian dari pemerintah, diharapkan SD Negeri 2 Balongwangi dapat segera pulih dan memberikan pendidikan yang berkualitas bagi siswa.(Bs)





