BERITASIBER.COM | JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan kritik keras terhadap pengelolaan data calon penerima Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ia mengungkap adanya kejanggalan besar dalam laporan yang menyebut 110.000 calon penerima KPR gagal lolos akibat skor kredit buruk di SLIK OJK.

Menurut Purbaya, setelah dilakukan verifikasi mendalam, data tersebut tidak akurat dan terindikasi manipulatif.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Awalnya kami mengira ada 110 ribu rakyat kecil yang gagal KPR karena masalah SLIK, tapi ternyata kasus sebenarnya jauh lebih sedikit,” ujarnya di Kantor Kementerian Keuangan.

Menkeu menjelaskan bahwa dari total data yang diklaim bermasalah, hanya sekitar 100 orang yang benar-benar layak untuk ditinjau ulang datanya di SLIK OJK.

“Jadi, isu skor kredit buruk sebagai biang kegagalan KPR MBR itu hanya ilusi. Data tersebut sangat berlebihan,” tegasnya.

Purbaya menilai ada kesalahan fatal dalam analisis data yang dilakukan pihak terkait, termasuk BP Tapera dan sejumlah pengembang. Ia menyebut keduanya terlalu cepat menyalahkan sistem SLIK OJK, padahal persoalan utama justru berasal dari ketidaktepatan data penerima dan lemahnya manajemen permintaan rumah.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2