Angka ini mencerminkan peluang besar bagi Aceh untuk mengoptimalkan sumber daya energi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam konteks bauran energi, Aceh memiliki target yang lebih ambisius dibandingkan target nasional. Pemerintah daerah menargetkan bauran energi baru terbarukan (EBT) mencapai 25% pada tahun 2025 dan meningkat hingga 41,3% pada tahun 2050.

Target ini lebih tinggi dibandingkan target nasional, yang menargetkan bauran EBT sebesar 23% pada tahun 2025 dan 31% pada tahun 2050. Namun, realisasi bauran energi di Aceh hingga tahun 2023 baru mencapai 12,12%, yang menunjukkan perlunya langkah konkret untuk mempercepat transisi energi di daerah ini.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dewan Energi Mahasiswa (DEM) Aceh berharap bahwa setelah pelantikan gubernur definitif, pengelolaan sumber daya alam Aceh dapat dilakukan secara optimal, berkelanjutan, dan memberikan manfaat maksimal bagi daerah serta masyarakat Aceh.

Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan kebijakan yang progresif dan mendukung investasi di sektor energi, baik dari dalam maupun luar negeri.

DEM Aceh juga mendorong upaya konkret dalam menarik kembali investasi di sektor energi yang selama ini berpotensi besar bagi pembangunan daerah, sehingga dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat ketahanan energi Aceh.

Oleh karena itu, diperlukan iklim investasi yang kondusif, kebijakan yang ramah investasi, serta birokrasi yang efektif dan efisien. Pemerintah juga harus memastikan bahwa proses perizinan investasi tidak dipersulit, sehingga dapat mendorong pertumbuhan sektor energi secara optimal dan berkelanjutan.

“Kami akan terus mengawal kebijakan energi di Aceh agar sejalan dengan semangat UUPA dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat,” tutup Faizar.(rizki)

>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2