Karya ini juga dinobatkan sebagai salah satu inovasi terbaik UMLA tahun 2025, dan akan mendapatkan penghargaan khusus pada Wisuda ke-7 UMLA.
Sementara itu, Dosen pembimbing, Uswatun Hasanah, M.Si, menyampaikan bahwa pihak universitas mendukung penuh inovasi mahasiswinya tersebut.
“Setelah tahap ini, akan dilakukan uji laboratorium dan lapangan sebelum diajukan untuk Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan paten merek. Harapannya, alat ini bisa diproduksi massal dan dimanfaatkan di dunia medis,” ujarnya.
Pihak kampus pun memberikan apresiasi tinggi atas prestasi tersebut. Menurutnya, karya seperti ini membuktikan bahwa mahasiswa daerah juga mampu berkontribusi nyata pada pengembangan teknologi kesehatan mental di Indonesia.
Selain prestasi ini, UMLA juga terus menunjukkan kemajuan pesat dalam dunia pendidikan. Setelah sebelumnya melantik 168 perawat dan 63 bidan pada September 2025, universitas akan menggelar Launching Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 bertepatan dengan Milad ke-7 UMLA.
Dengan tema “Global Reach, Action Root”, UMLA berkomitmen memperluas kolaborasi global sekaligus memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap langkah inovasi dan pengabdian masyarakat.(Bs).






