Beberapa objek wisata yang tetap menjadi favorit pengunjung antara lain Srambang Park, Kebun Teh Jamus, Benteng Van Den Bosch, Sumber Koso, dan Kayangan Cafe. Destinasi tersebut dinilai memiliki keunggulan karena menawarkan harga yang relatif terjangkau, lokasi yang tidak terlalu jauh, serta berada di jalur strategis yang searah dengan rute mudik.
“Wisata yang murah, dekat, dan mudah dijangkau memang masih menjadi pilihan utama, terutama bagi pemudik yang ingin berwisata tanpa harus mengeluarkan biaya besar,” jelasnya.
Fenomena ini menunjukkan adanya perubahan preferensi wisata masyarakat, di mana efisiensi biaya dan kemudahan akses menjadi pertimbangan utama dibandingkan perjalanan wisata jarak jauh.
Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Disparpora terus berupaya meningkatkan daya tarik destinasi wisata lokal, baik dari segi fasilitas, kebersihan, maupun promosi. Upaya ini diharapkan dapat mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan pada periode libur berikutnya.
Selain itu, pihaknya juga mendorong pelaku usaha pariwisata untuk berinovasi dan menjaga kualitas layanan agar tetap mampu bersaing serta memberikan pengalaman yang positif bagi pengunjung.
Penurunan jumlah wisatawan pada libur Lebaran tahun ini menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor pariwisata. Dengan perbaikan yang berkelanjutan, diharapkan sektor pariwisata Ngawi dapat kembali tumbuh dan menarik minat wisatawan di masa mendatang.






