Setelah jeda peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, agenda Muscam kembali digelar pada Rabu, 19 Agustus 2026. Enam kecamatan yang menjadi lokasi pelaksanaan tahap keempat adalah Turi, Sekaran, Babat, Sukodadi, Maduran, dan Pucuk.

Sementara tahap terakhir dijadwalkan pada Kamis, 20 Agustus 2026, dengan menyasar enam kecamatan di wilayah utara Lamongan, yakni Brondong, Kalitengah, Solokuro, Paciran, Karanggeneng, dan Laren.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Untuk memastikan seluruh rangkaian berjalan efektif, DPD KNPI Lamongan membentuk tiga tim pelaksana. Tim tersebut bertugas mendampingi pelaksanaan Muscam di sejumlah kecamatan secara bergantian.

Pola pembagian tugas tersebut memungkinkan kegiatan berlangsung di beberapa lokasi dalam waktu yang bersamaan. Dengan demikian, proses konsolidasi organisasi di 27 kecamatan dapat dilakukan secara lebih efisien tanpa mengurangi pendampingan terhadap masing-masing agenda.

Imam Fadlli menambahkan, kepengurusan KNPI tingkat kecamatan yang terbentuk diharapkan mampu membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah kecamatan, tetapi juga TNI-Polri, organisasi kepemudaan, dunia usaha, serta kelompok masyarakat.

Ia menilai pemuda harus mengambil peran lebih besar dalam proses pembangunan daerah. KNPI, kata dia, harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara kritis dan independen.

“Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton pembangunan. KNPI di tingkat kecamatan harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah, sekaligus tetap kritis, independen, dan peka terhadap persoalan masyarakat,” tegasnya.

Dalam setiap pelaksanaan Muscam, DPD KNPI Lamongan turut mengundang camat, kapolsek, danramil, serta ketua, sekretaris, dan bendahara organisasi kepemudaan tingkat kecamatan. Pengurus KNPI kecamatan juga dilibatkan dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Keterlibatan lintas unsur ini diharapkan menjadi fondasi bagi terbentuknya komunikasi yang lebih kuat antara organisasi kepemudaan dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).

Ke depan, KNPI Lamongan menargetkan kepengurusan di tingkat kecamatan tidak sekadar aktif secara struktur, tetapi juga produktif dalam melahirkan kegiatan pemberdayaan pemuda. Berbagai potensi lokal diharapkan dapat dikembangkan menjadi program yang menyentuh bidang pendidikan, kewirausahaan, sosial, kreativitas, olahraga, hingga kepemimpinan pemuda.

“Kami berharap Muscam di 27 kecamatan melahirkan kepengurusan yang solid, inklusif, dan memiliki semangat pengabdian. Tantangan pemuda hari ini semakin kompleks sehingga membutuhkan kolaborasi, kreativitas, dan keberanian untuk bergerak,” pungkas Imam.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2