BERITASIBER.COM | SLEMAN – Persela Lamongan menunjukkan mentalitas pantang menyerah setelah berhasil menahan imbang tuan rumah PSS Sleman dengan skor 1-1 dalam lanjutan laga Grup Timur. Bertanding di Stadion Maguwoharjo, Minggu (18/1/2026), Laskar Joko Tingkir sukses membawa pulang satu poin berharga berkat gol telat di penghujung laga.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Keberhasilan ini menjadi catatan positif bagi Persela yang mampu meredam agresivitas tuan rumah di hadapan ribuan pendukung setianya. Sebaliknya, hasil imbang ini menjadi pil pahit bagi PSS Sleman yang sempat mendominasi jalannya pertandingan.

​Sejak peluit kick-off dibunyikan, Persela sebenarnya tampil berani dengan meladeni permainan terbuka PSS Sleman. Skuat asuhan Persela mencoba mengambil kendali tengah, namun PSS yang mengandalkan kecepatan sayap justru lebih efektif dalam membongkar pertahanan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Kebuntuan pecah pada menit ke-37. Berawal dari transisi cepat, Gustavo Tocantins berhasil lolos dari kawalan bek Persela dan melepaskan tembakan terukur yang bersarang di pojok gawang. Skor 1-0 untuk keunggulan Laskar Sembada bertahan hingga jeda babak pertama.

​Memasuki babak kedua, PSS Sleman langsung tancap gas untuk menggandakan keunggulan. Kombinasi Riko Simanjuntak dan Terens Puhiri berulang kali mengirimkan umpan-umpan berbahaya ke jantung pertahanan Persela.

​Namun, penampilan luar biasa ditunjukkan oleh penjaga gawang Persela, Rafli Mahreza. Ia melakukan beberapa penyelamatan krusial, termasuk menepis tendangan jarak dekat Dominikus Dion. Ketangguhan Rafli di bawah mistar gawang menjadi fondasi utama yang menjaga harapan Persela tetap hidup hingga menit-menit kritis.

​Memasuki sepuluh menit terakhir, Persela melakukan perubahan strategi dengan bermain lebih menyerang. Tekanan yang konsisten akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-84. Melalui skema serangan yang terorganisir, Titan Agung berhasil memenangi duel di dalam kotak penalti dan menceploskan bola ke gawang tuan rumah.

​Laga sempat tegang saat wasit memutuskan untuk meninjau Video Assistant Referee (VAR) guna memastikan proses terjadinya gol. Setelah pengecekan yang memakan waktu beberapa menit, wasit menyatakan gol tersebut sah. Skor imbang 1-1 memicu reaksi emosional dari kedua kubu hingga menit akhir pertandingan.

​Hasil imbang ini menempatkan Persela Lamongan di posisi keenam klasemen sementara Grup Timur dengan raihan 26 poin. Membawa pulang satu poin dari Sleman dianggap sebagai pencapaian besar mengingat PSS Sleman adalah penghuni papan atas klasemen.

​Sementara bagi PSS Sleman, tambahan satu angka ini membuat mereka tertahan di peringkat kedua dengan 34 poin. Kegagalan mengamankan tiga poin di kandang membuat upaya mereka untuk mengudeta posisi puncak klasemen menjadi terhambat.

​Pertandingan ini membuktikan bahwa persaingan di Grup Timur musim ini sangat kompetitif, di mana tim papan tengah seperti Persela mampu memberikan perlawanan sengit terhadap tim-tim kandidat juara.(*)

Artikel Rekomendasi