Setelah melakukan pemeriksaan, Kartusi menemukan bahwa terdapat pengurangan material dalam pelaksanaan proyek. Beberapa area tidak menggunakan batu split atau agregat yang seharusnya, dan kurang lebih 10 meter dari total panjang proyek tidak dipasang kastin.
“Ini jelas mengurangi kualitas pekerjaan,” tegas Kartusi.
Kartusi menilai sangat disayangkan bahwa seorang kepala desa, yang seharusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dan menjalankan kontrol sosial, tidak mencerminkan sikap yang baik dan benar.
“Kepala desa seharusnya hadir dan bertanggung jawab atas proyek yang dikelola, bukan justru menghilang saat masyarakat membutuhkan klarifikasi,” imbuhnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemerintah Desa Kemeri belum dapat dihubungi untuk memberikan konfirmasi terkait masalah ini.
Keberadaan dan tanggung jawab kepala desa dalam menjalankan tugasnya menjadi sorotan, dan masyarakat berharap agar ada tindakan yang jelas untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan proyek di desa mereka.(Sarman)





